Kebetulan menemukan artikel yang bagus pada saat saya sedang mengerjakan aplikasi.
Cara untuk mengganti string menjadi format SQL date (yyyy-mm-dd) di mysql adalah dengan fungsi str_to_date()
Dengan menggunakan fungsi str_to_date() kita dapat merubah string data menjadi format date mysql.
str_to_date(string, format)
string: bisa berupa kolom (field) di tabel atau berupa teks saja.
format: merupakan format penanggalan MYSQL.
jika string dan format tidak ada di mysql maka akan menghasilkan nilai NULL.
berikut contohnya:
SELECT STR_TO_DATE(’12/15/2008′, ‘%m/%d/%Y’);
Output: 2008-12-15
Berikut beberapa contoh yang lain:
STR_TO_DATE(‘Dec/15/2008′, ‘%M/%d/%Y’); => 2008-12-15
STR_TO_DATE(’31/Jan/2008′, ‘%d/%M/%Y’); => 2008-01-31
STR_TO_DATE( ’31/Jan/2008 23:52′, ‘%d/%M/%Y %H:%i’ ) => 2008-01-31 23:52:00
Contoh dengan data yang tidak benar
STR_TO_DATE( ’32/Apr/2008′, ‘%d/%M/%Y’ ) => NULL
dengan cara ini anda dapat lakukan untuk perintah select, insert, ataupun update.
sumber: http://bambangriadi.com/tp/tag/mysql-string-to-date-format/
Blogger templates
Blogroll
Popular Posts
-
SIG dapat mempresentasikan dunia nyata ke dalam layar monitor komputer. Oleh karena itu, SIG sama halnya dengan lembaran peta yang mem...
-
Istilah Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan gabungan tiga unsur pokok, yaitu sistem, informasi, dan geografis.
-
Semakin pesatnya kemajuan teknologi informasi.kita harus mempunyai sebuah rencana keamanan, harus dapat mengkombinasikan peran dari kebija...
-
Kali ini kita akan mencoba menggunakan Google Maps, Goggle Maps berfungsi untuk menemukan sebuah lokasi atau tempat yang kita inginkan...
-
Banyak sekali ancaman yang bisa memasuki kemanan jaringan computer, di bawah ini adalah contoh – contoh dari ancaman yang bisa terjadi...
-
Apa itu mesin kasir/cash register? Mesin Kasir/Cash Register adalah piranti elektronik yang didesain khusus untuk keperluan menghitu...
-
Audit Trail merupakan salah satu fitur dalam suatu program yang mencatat semua kegiatan yang dilakukan tiap user dalam suatu tabel log. se...
-
Seiring dengan perkembangan teknologi Internet, menyebabkan munculnya kejahatan yang disebut dengan "CyberCrime" at...
-
Hubungan antara ketidakpastian proyek dan bahwa proyek harus menciptakan suatu produk atau jasa yang unik yaitu proyek memasukkan ketidakp...
-
Karena merupakan suatu sistem, informasi geografis terdiri dari 4 subsistem pokok, yaitu subsistem masukan (data input), penyajian (dat...
Categories
About
Mengganti String Menjadi Tanggal di MySQL
Posted on
Tuesday, October 9, 2012
Ketika melamar kerja, kandidat karyawan akan menghadapi sesi wawancara.
Ini bagian yang sangat menentukan, apakah bisa diterima atau tidak
setelah mengetahui standar kualifikasinya. Negosiasi gaji ada pada sesi
ini. Apa yang mesti dilakukan?
“Dalam proses wawancara,
perusahaan akan mencari orang paling tepat atau paling mendekati sesuai
‘kebutuhan’ perusahaan. Seseorang diterima atau tidak bukan karena bodoh
atau tidak bodoh, mampu atau tidak mampu. Paling utama adalah kandidat
tersebut tepat atau tidak dengan kebutuhan perusahaan,” kata Ami
Siamsidar, Konsultan Psikologi Senior pada Dr Sarlito & Co. Bisa
jadi, ada kandidat sangat cerdas atau memiliki kemampuan lebih, tapi
justru tidak diterima lantaran melebihi kualifikasi perusahaan.
Permintaan
besarnya gaji juga menjadi pertimbangan apakah kandidat ini tepat atau
tidak. “Sebab selain disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, penerimaan
tenaga kerja juga disesuaikan dengan kemampuan perusahaan,” kata Ami.
Pembicaraan
besaran gaji biasanya dilakukan di akhir wawancara. “Di sini biasanya
perusahaan akan menanyakan gaji yang diminta kandidat. Tapi bisa juga
luput dari pertanyaan. Atau, justru itu trik untuk tidak ditanyakan
akibat saking tertariknya atau sebaliknya, tidak tertarik pada
kandidat,” jelasnya.
Perihal gaji ini, kandidat boleh saja
menanyakan langsung mengenai plafon perusahaan, kira-kira berapa imbalan
yang akan diterimanya jika sudah bekerja. “Dengan bahasa standar,
pertanyaan tersebut bukan sesuatu yang mengejutkan bagi pewawancara.
Jadi wajar saja menanyakan standardisasi gaji perusahaan,” katanya.
Justru
dengan bertanya demikian, kandidat akan mudah mempertimbangkan nilai
gaji yang diinginkan. Idealnya, lanjut Ami, seorang kandidat
(berpengalaman kerja) telah memiliki standardisasi gaji. Semua
dipertimbangkan sesuai kemampuan kerja dan referensi yang dimiliki,
hingga bisa menentukan berapa minimal gaji yang seharusnya didapat.
“Kita
harus punya kisaran gaji kira-kira berapa, dan bermainlah dalam kisaran
tersebut. Jangan berspekulasi dan mencoba-coba menyampaikan permintaan
gaji di atas atau di bawah kisaran,” ujar psikolog yang juga aktivis LSM
ini.
Menurut Ami, menentukan standar gaji bagi diri sendiri
adalah lebih realistis dibanding berspekulasi atau bermain-main dengan
nilai. Ukur besarnya gaji yang diminta sesuai kemampuan kerja. Jangan
sembarang menetapkan nilai, tapi sampaikan berdasarkan
pertimbangan-pertimbangan pribadi: kemampuan kerja, referensinya
bagaimana, dengan memperbandingkan dari sejumlah informasi. “Itu jauh
lebih mudah diterima,” tandasnya.
Kembali lagi, yang paling aman
adalah menanyakan bujet yang ditawarkan untuk jabatan yang dilamar. “Di
situ kita bisa melihat apakah ancer-ancer yang sudah kita persiapkan
jauh di bawah standar atau di atas standar. Jadi kita bisa tahu
peluangnya,” jelas Ami.
Dalam menyampaikan gaji sesuai keinginan,
kita juga harus mempertimbangkan kebutuhan kita untuk transportasi dan
uang makan. Berapa jumlah yang dibutuhkan di luar gaji pokok?
Untuk
itu, Ami menuturkan, saat ada panggilan wawancara, segera perhitungkan
ongkos transportasi dan makan. Jangan sampai salah hitung hingga
belakangan baru kaget gajinya terlalu kecil, lalu baru sebulan memilih
mundur.
“Itu tidak fair, karena perusahaan mencari tenaga dengan harapan bisa mendapatkan tenaga kerja jangka panjang,” jelasnya.
Selain
besaran gaji, bisa juga ditanya dengan rileks soal tunjangan yang bakal
didapat selama bekerja. Misalkan, tunjangan kesehatan. Untuk permintaan
tunjangan ini, kandidat berpengalaman kerja bisa bercermin dari
perusahaan sebelumnya. Sebaliknya bagi yang belum perpengalaman, bisa
tanya-tanya dulu soal poin-poin tunjangan yang biasanya diberikan
perusahaan tersebut apa saja.
“Jangan dipukul rata semua perusahaan bisa memberikan tunjangan-tunjangan demikian,” katanya.
Terkait
permintaan gaji dan tunjangan ini, Kepala BSI Career Center, Kampus
Bina Sarana Informatika (BSI) Heri Kuswara berpendapat, kandidat belum
berpengalaman sebaiknya tidak menyampaikan nilai gaji yang diminta.
“Fresh
graduate tidak puya nilai jual. Sebesar apapun kompetensinya, tetap
saja belum pernah diimplementasikan di dunia kerja. Belum pernah
diketahui berapa besar kontribusinya di dunia kerja. Jadi jangan sampai
menyampaikan nilai gaji yang dinginkan,” kata Heri Kuswara.
Lalu
bagaimana jika ada pertanyaan berapa gaji yang diminta? “Jawab saja:
Saya yakin perusahaan akan memberikan yang terbaik kepada saya ketika
saya memberikan kontribusi terbaik pada perusahaan,” ujar dosen di BSI
ini.
Tetapi biasanya di sini kandidat terjebak karena dipaksa
menyebutkan nilai gaji. Di sinilah kandidat perlu mengetahui
standardisasi gaji di daerah. Misalnya untuk lulusan SMA di Jabodetabek
Rp 1,3 juta ke atas (sesuai UMP), D-3 Rp 1,5 juta ke atas, dan S-1
adalah Rp 1,8 juta ke atas. “Boleh sebut angka minimum atau lebih
sedikit di atasnya,” kata dosen yang mengelola lembaga persiapan dan
penempatan karier mahasiswa/alumni Kampus BSI.
Kandidat juga
perlu memahami profile company perusahaan, karena ada perusahaan yang
memang memberikan gajitinggi dan ada yang memang standar gajinya kecil.
sumber: http://id.she.yahoo.com/tentukan-gaji-sendiri-saat-melamar-kerja.html
Saat ini bisa jadi Anda sedang menikmati pekerjaan Anda karena sesuai dengan minat Anda dan merasa nyaman. Tapi, pada saat itu pula ada tawaran yang sangat menarik dengan gaji jauh lebih besar. Anda tertarik dan ingin mencoba namun takut karena pekerjaan ini berbeda dengan bidang kerja Anda sekarang.
Alexander Sriewijono, The Founder of Daily Meaning memberikan masukan bagi Anda yang mungkin bingung mengambil keputusan:
1. Pahami dulu istilah "Comfort Zone". Perasaan nyaman memang bisa membuat orang menjadi lebih tidak dinamis, namun bisa juga membuat orang dapat berbuat lebih nyaman.
Pekerjaan bukan hanya dinilai dari seberapa senang Anda melakukannya dan berapa banyak reward yang didapat, tetapi juga pertanyakan seberapa berkembang kita di pekerjaan tersebut.
2. Pertanyakan apa yang penting untuk Anda. Setiap orang punya kebutuhan yang berbeda. Ada yang menargetkan posisi tinggi, ada yang menargetkan gaji sebesar-besarnya, ada yang menargetkan fleksibilitas waktu kerja, ada yang menargetkan ruang kreativitas dalam bekerja, dan lain-lain.
Apa yang Anda pentingkan saat ini? Selain berbeda, hal yang dianggap penting oleh seseorang juga bisa berubah seiring berjalannya waktu. Bisa saja awalnya lebih mementingkan pengalaman kerja yang mengembangkan diri semaksimal mungkin, kemudian berubah menjadi uang karena dalam waktu dekat harus menikah atau sekolah lagi. Sah-sah saja.
sumber: http://id.she.yahoo.com/dilema-karier-uang-posisi-atau-fleksibilitas-123000894.html
Mencemaskan sesuatu
Tidak masalah jika bayi Anda muntah atau menangis, jangan terlalu mencemaskan hal itu. Namun jika hal itu Anda lihat berlangsung terlalu lama, Anda bisa segera ke dokter menghilangkan rasa khawatir Anda.
Khawatir dengan tangisan
Ketika bayi Anda menangis, tidak berarti Anda melakukan kesalahan. Bayi memang dirancang untuk menangis. Anda tinggal mengganti popok, menyelimutinya atau memberinya makan. Namun, jika bayi Anda sulit ditenangkan lebih dari satu jam, hubungi dokter Anda.
Bangunkan bayi untuk menyusu
Bayi Anda akan menangis ketika dia lapar, haus dan sebagainya. Usahakan tidak membangunkan bayi Anda di tengan malam karena Anda pikir dia lapar. Menyusui bayi bisa sepanjang malam. Jika mereka butuh susu, mereka akan bangun sendiri.
Bingung dengan mutah dan gumoh
Semua bayi gumoh. Jangan berpikir mereka muntah karena makanan. Jika bayi muntah secara berkala (sekitar 25-30 menit), bisa saja ada yang salah.
Memperbaiki kursi mobil
Setelah usia bayi Anda tiga bulan, dan membawa bayi Anda keluar dengan mobil rasanya menyenangkan, tapi pastikan kursi mobil Anda telah diatur dengan baik. Minta bantuan seseorang jika Anda belum, yakin, lebih baik pastikan semua aman daripada nanti Anda menyesal.
Melupakan perawatan mulut
Hanya karena bayi Anda tidak memiliki gigi, bukan berarti mereka tidak perlu perawatan mulut. Ambillah kain lembut dan oleskan ke gusi bayi Anda. Setelah giginya tumbuh, jangan biarkan bayi Anda minum susu sambil tiduran. Ini upaya untuk menghindari gigi berlubang dan membusuk.
Berdebat dengan pasangan Anda
Ingat, orang tua adalah mitra. Karena itu jangan berdebat panjang untuk hal-hal yang bisa diambil solusinya, terutama di depan bayi Anda. Ingat, bayi usia empat bulan saja dapat merasakan adanya perdebatan antara orangtuanya.
Mendengarkan nasihat orang tua
Berapa banyak yang menyarankan Anda tentang cara menggendong bayi, memberi makan dan bersendawa bayi. Mengapa bayi menangis, mandi. Saran selalu Anda terima, tapi tidak dilakukan dengan semestinya. Sebaiknya, apa yang dinasihatkan orang tua Anda lakukan, karena semua untuk kebaikan bayi Anda.
sumber: http://id.she.yahoo.com/menghindari-kesalahan-merawat-bayi-120000081.html
Anda sudah mengetahui alasan Anda harus berbicara tentang uang dengan anak Anda.
Hal
tersebut dapat mengajarkan anak-anak untuk bertanggung jawab dengan
pengeluaran dan tabungan mereka. Mereka dapat belajar dari kesalahan
Anda. Hal itu dapat membuat mereka sukses secara finansial.
Di
sisi lain, anak Anda tidak perlu tahu semua yang Anda pikirkan, ketika
menyangkut tentang keuangan. "Tidak diragukan lagi bahwa membombardir
anak-anak Anda dengan fakta, perasaan dan informasi tentang uang
sekaligus, atau terlalu dini, dapat menjadi berlebihan untuk anak-anak,"
kata Jaclyn Weitzberg dari Money Minded, sebuah perusahaan pendidikan
keuangan bagi orangtua dan remaja.
Jadi apa yang harus Anda
simpan untuk diri sendiri? Di bawah ini, para ahli berpendapat kapan
harus diam dan kapan saat yang tepat untuk berbagi.
1. Besar penghasilan Anda
Saat
pertama kali anak Anda menanyakan tentang berapa penghasilan Anda,
mungkin Anda akan terdiam sejenak. Haruskah Anda mengatakannya? “Penting
untuk memberi pendidikan kepada anak Anda tentang perbedaan tingkat
gaji dan pilihan karier yang dapat Anda menghasilkan pendapatan yang
lebih tinggi, namun saya tidak yakin bahwa anak Anda perlu mengetahui
seberapa banyak gaji Anda,” kata Weitzberg.
Mengapa Anda harus
tetap diam: Pertama, tidak ada untungnya memberi informasi itu, kata
Weitzberg, ditambah, itu semua juga bergantung pada usia anak Anda,
karena berapa pun jumlah yang Anda sebutkan, dapat membuat anak Anda
berpikir bahwa Anda kaya. “Sebelum bekerja, anak-anak seringkali merasa
kesulitan memahami jumlah uang dalam kepala mereka,” ungkap Weitzberg.
“Seribu
dolar terasa sangat besar bagi mereka, jadi Anda dapat bayangkan
bagaimana mereka memikirkan uang sebesar 35 ribu atau 100 ribu dolar
AS,” tambahnya. Dan, saat anak-anak berpikir bahwa orangtuanya punya
uang untuk dibelanjakan, mereka cenderung meminta barang-barang yang
lebih banyak (dan lebih mahal).
Apa yang sebaiknya Anda katakan:
Alih-alih mengatakan, “Gaji ibu sebesar (jumlah uang) tiap bulan,”
atau, “Itu bukan urusanmu,” Betsy Brown Braun, penulis buku “Just Tell
Me What to Say: Sensible Tips and Scripts for Perplexed Parents,”
menyarankan tanggapan berikut: “Gaji ibu cukup untuk membayar semua
tagihan, membayar mobil, dan membayar...”
Hal tersebut
memberikan anak Anda cukup informasi untuk mengetahui apakah Anda mampu
untuk merawatnya dan Anda tidak perlu cemas, bila anak Anda membeberkan
informasi keuangan Anda ke teman sekelasnya. Hal tersebut juga merupakan
kesempatan yang baik untuk memberikan nilai-nilai sebagai sebuah
keluarga: Jelaskanlah hal-hal yang menurut Anda paling Anda suka seperti
kesehatan, makan masakan rumah dan menikmati makan malam bersama, serta
bagaimana fungsi uang untuk membiayai anak Anda.
Kapan berkata
jujur: Tidak ada usia yang pasti untuk mengungkapkan berapa gaji Anda,
semuanya bergantung pada tingkat kedewasaan anak Anda dan keinginan
mereka untuk mengetahuinya, tutur Weitzberg. Sebelum berbagi cerita,
tanyakan pada diri Anda, “Mengapa ia ingin tahu?” “Setelah Anda menjawab
pertanyaan tersebut, gunakan keputusan terbaik Anda untuk memutuskan
apakah jumlah yang spesifik seperti rentang gaji atau bagaimana Anda
memulai karier dan sampai ke posisi Anda seperti ini yang paling pantas
untuk diberitahu,” kata Weitzberg.
2. Berapa utang yang Anda miliki
“Bicarakan
utang Anda secara terbuka hingga anak Anda mengerti apa arti utang itu,
namun jumlah utang keluarga Anda tidak perlu diutarakan,” kata Ken
Damato, pendiri dan CEO DoughMain yang merupakan situs pendidikan
keuangan keluarga. Utang satu dolar dapat membuat anak-anak khawatir,
terutama pada usia yang masih sangat muda, tambahnya.
Mengapa
Anda harus tetap diam: Bahkan jika Anda tidak memberikan jumlah yang
sebenarnya, jika anak Anda sering mendengar Anda berbicara tentang
seberapa besar utang pinjaman murid Anda, berapa lama Anda akan melunasi
hipotek Anda atau seberapa berisiko Anda akan kehilangan rumah / mobil /
apapun, itu bisa membuatnya merasa tidak aman. Anak-anak perlu merasa
aman, dan orangtuanya akan mengurus mereka.
Apa yang sebaiknya
Anda katakan: Alih-alih berbicara tentang berapa banyak utang keluarga
Anda, Damato mengatakan bahwa lebih baik untuk mengajarkan anak-anak
tentang utang secara umum, dan cara-cara untuk menghindari atau
melunasinya. "Pertama, jelaskan apa itu utang dan bagaimana orang-orang
terjebak utang, seperti tidak melunasi kartu kredit secara penuh,"
katanya.
"Lalu, jelaskan bahwa jika Anda berutang, sangatlah
penting untuk berusaha melunasinya segera, karena jumlahnya akan
semakin besar seiring dengan bunga yang masih harus dibayar."
Kapan
berkata jujur: Tidak akan ada waktu yang tepat bagi para orangtua untuk
mengungkapkan jumlah pasti utang mereka kepada anak-anaknya, ungkap
Damato, kecuali dalam kondisi mendesak dan penting bagi para anak-anak
(karena ketika mulai dewasa, anak-anak akan segera menopang kebutuhan
keuangan orangtuanya).
3. Apa yang keluarga Anda tidak punya
Ya,
anak Anda akan menyadari jika tetangga Anda memiliki kolam renang
sedangkan Anda tidak, atau saat sepupunya memakai sepatu super mahal dan
anak Anda tidak memilikinya, tapi tidak ada alasan bagi Anda untuk
menunjukkan apa yang keluarga Anda punya jika dibandingkan dengan orang
lain.
Mengapa Anda harus tetap diam: Jika keluarga Anda cukup
beruntung untuk dapat membeli banyak kemewahan, anak Anda mungkin
berpikir bahwa keluarganya lebih unggul dan mulai membual. Jika keluarga
Anda bukan dari kalangan atas, ia mungkin akan merasa malu, atau bahkan
marah pada Anda, karena Anda tidak kaya.
Terlepas dari apakah
keluarga Anda kaya atau tidak, perbandingan membuat anak merasa sangat
penting untuk bersaing dengan (atau mengalahkan) keluarga yang lebih
kaya. Anak-anak yang memimliki kebiasaan seperti itu cenderung memiliki
masalah keuangan saat dewasa, kata Weitzberg.
Apa yang sebaiknya
Anda katakan: Saat anak Anda mulai bertanya mengapa orang lain memiliki
sesuatu yang keluarga Anda tidak miliki, Anda tidak harus mencari
alasan, atau tersinggung. "Apa yang harus orangtua katakan adalah,
'setiap keluarga memiliki cara sendiri dalam melakukan sesuatu,'" kata
Brown Braun. Kemudian, Anda dapat menjelaskan: "Kita, sebagai sebuah
keluarga, tidak memilih untuk menghabiskan uang kita dengan cara seperti
itu, kita lebih suka menabung uang untuk berjalan-jalan, atau kita
lebih suka menggunakan uang untuk membeli makanan spesial untuk
keluarga."
Menjaga obrolan tentang rumah tangga Anda sendiri,
dapat membantu anak untuk lebih berfokus pada apa yang keluarga Anda
lakukan, dan tidak terlalu peduli dengan apa yang orang lain lakukan.
Kapan
berkata jujur: Tidak perlu membandingkan keluarga Anda dengan keluarga
lainnya, cukuplah untuk bersyukur atas apa yang keluarga Anda miliki.
4. Apa arti investasi
Orangtua
yang memiliki anak kecil harus menahan diskusi semacam itu. Memahami
investasi dapat membingungkan bagi beberapa orang dewasa, begitu pula
untuk anak-anak, itu bisa sangat sulit (atau tidak mungkin) untuk
dipahami.
Mengapa Anda harus tetap diam: Jika Anda mulai
berbicara tentang saham, obligasi, dan reksa dana, anak Anda mungkin
akan kewalahan dan berpikir bahwa berurusan dengan uang itu sangat sulit
(dan membosankan).
Apa yang sebaiknya Anda katakan: "Saat
mendidik anak Anda mengenai keuangan, penting untuk membangun
pengetahuan keuangan dalam beberapa langkah," kata Weitzberg. Dia
menyarankan agar orangtua mulai berbicara tentang apa dan bagaimana uang
itu diperoleh, kemudian beralih ke konsep seperti tabungan dan
penganggaran, lalu kredit dan hutang, dan baru akhirnya berinvestasi.
Kapan
berkata jujur: Kami memiliki tahapan usia saat Anda harus mengajari
anak-anak Anda di sini, dan kami sarankan sebuah cara yang mudah untuk
mulai memperkenalkan konsep pasar saham pada usia remaja sekitar usia 13
tahun.
5. Kerugian yang besar
Meskipun
kenyataannya akan selalu ada pasang surut dalam keuangan Anda, para ahli
mengatakan bahwa kerugian yang terlalu banyak (atau besar) tidak boleh
diceritakan pada anak-anak.
Mengapa Anda harus tetap diam: Ingat,
keamanan dan stabilitas sangat penting untuk kesejahteraan anak, jadi
jika anak Anda mendengar bahwa Anda merugi $ 5.000 di pasar saham, atau
Anda berkomentar seperti, "Yah, tidak ada uang kuliah untukmu" setelah
merugi. Hal tersebut dapat menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan bagi
anak, kata Damato.
Apa yang sebaiknya Anda katakan: Saat Anda
perlu memperketat pengeluaran setelah mengalami kerugian, tidak perlu
untuk memperingatkan anak Anda dengan mengatakan berapa banyak Anda
mengalami kerugian. Sebuah penjelasan sederhana sebenarnya sudah cukup:
"Kita sedang berusaha untuk menabung sedikit lebih banyak uang hari
ini, sehingga uang untuk makan di luar dan pergi ke bioskop akan
berkurang."
Kapan berkata jujur: Saat yang tepat untuk orangtua
memperingatkan anaknya bahwa Anda mengalami kerugian finansial yang
besar adalah saat anak Anda pada usia kerja dan itu sangat penting
baginya, ungkap Damato. "Misalnya, jika anak akan harus mengambil
pinjaman kuliah karena keuangan keluarga sedang memburuk, maka akan
lebih penting untuk membahas masalah itu dengannya, dan kemudian
berbicara tentang langkah-langkah selanjutnya yang perlu diambil,"
jelasnya.
sumber: http://id.she.yahoo.com/5-hal-tentang-uang-yang-tidak-perlu-diketahui-anak.html