CRM, atau  Customer Relationship Management  (Manajemen  Hubungan Pelanggan), adalah sejumlah strategi dan teknologi yang digunakan untuk membangun hubungan yang lebih kuat antara perusahaan dan pelanggan mereka. Sebuah perusahaan akan menyimpan informasi yang berhubungan dengan pelanggan mereka, dan mereka akan menghabiskan waktu menganalisis data pelanggan mereka sehingga dapat digunakan untuk tujuan perusahaan tersebut.

Beberapa metode yang berhubungan dengan CRM bersifat otomatis, dan tujuan dari ini adalah untuk menciptakan strategi pemasaran yang ditargetkan langsung untuk pelanggan tertentu. Strategi yang digunakan akan bergantung pada informasi yang terkandung di dalam sistem. CRM pada umumnya digunakan oleh perusahaan, dan mereka akan fokus untuk mempertahankan hubungan yang kuat dengan klien maupun pelanggan mereka.

Ada sejumlah alasan mengapa CRM telah menjadi sangat penting dalam 10 tahun terakhir. Persaingan di pasar global telah menjadi sangat kompetitif, itulah mengapa pelanggan menjadi lebih mudah untuk beralih perusahaan jika mereka tidak puas dengan layanan yang mereka terima. Salah satu tujuan utama dari CRM adalah untuk mempertahankan klien. Ketika digunakan secara efektif, perusahaan akan mampu membangun hubungan dengan pelanggan mereka yang dapat bertahan seumur hidup. Alat CRM pada umumnya dalam bentuk software. Setiap program software memungkinkan pendekatan yang berbeda dalam CRM. Penting untuk menyadari bahwa CRM adalah lebih dari sekedar teknologi.

CRM lebih baik didefinisikan sebagai metodologi, bahwa pendekatan perusahaan akan menggunakannya untuk mencapai tujuan mereka. Dan ini harus langsung terhubung dengan filosofi perusahaan itu sendiri. CRM harus memandu semua kebijakan perusahaan, dan itu harus menjadi bagian penting dari layanan pelanggan dan pemasaran. Jika hal ini tidak dilakukan, maka sistem CRM akan menjadi sebuah  kegagalan. Ada beberapa hal pada sistem CRM yang harus dimiliki. Salah satunya adalah, CRM harus memungkinkan perusahaan untuk bisa menemukan faktor-faktor yang paling menarik minat pelanggan. Sebuah perusahaan harus menyadari bahwa tidak mungkin bagi mereka untuk berhasil jika mereka tidak memenuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan mereka. CRM adalah sistem yang kuat, yang akan memungkinkan perusahaan untuk melakukan hal ini.

Hal ini juga penting bagi sistem CRM untuk mendorong filosofi yang berorientasi pada pelanggan. Meskipun hal ini terdengar masuk akal, faktanya adalah banyak perusahaan yang telah gagal untuk melakukannya, dan pada akhirnya bisnis merakapun hancur. Dengan CRM, pelanggan selalu benar, dan mereka adalah faktor yang paling penting dalam keberhasilan perusahaan. Hal ini juga penting bagi perusahaan untuk menggunakan langkah-langkah yang bergantung pada pelanggan mereka. Ini akan menjadi peluang sukses yang akan menguntungkan mereka. Sementara itu, CRM tidak harus dilihat sebagai teknologi, penting untuk menyadari bahwa harus pengoptimisasian kinerja perusahaan yang harus diciptakan sehingga pelanggan dapat dilayani dengan baik. Dalam banyak kasus, proses ini akan menggunakan komputer dan software.

Dukungan pelanggan merupakan hubungan langsung ke CRM. Jika perusahaan gagal untuk memberikan dukungan pelanggan yang berkualitas, ini berarti mereka juga gagal dengan sistem CRM mereka. Ketika seorang pelanggan membuat keluhan, mereka harus ditangani dengan cepat dan efisien. Perusahaan juga harus berusaha untuk memastikan bahwa kesalahan-kesalahan tersebut tidak terulang. Ketika penjualan ataupun penawaran dibuat kepada pelanggan, mereka harus dilacak sehingga perusahaan dapat menganalisis mereka dari berbagai aspek. Hal ini juga penting untuk memahami arsitektur manajemen hubungan pelanggan. Arsitektur CRM dapat dibagi menjadi tiga kategori,  yaitu (collaborative) kolaboratif, (operational) operasional, dan (analytical) analitis. Aspek kolaboratif dari CRM, yaitu berkaitan dengan komunikasi antara perusahaan dan klien mereka.

Aspek operasional dari arsitektur CRM berkaitan dengan konsep proses pembuatan tertentu secara otomatis, dalam hal ini adalah software. Aspek analisis dalam arsitektur CRM berkaitan dengan menganalisis informasi pelanggan dan menggunakannya untuk tujuan bisnis intelijen. Masing-masing elemen ini sangat penting bagi keberhasilan suatu sistem CRM. Sebuah perusahaan harus belajar bagaimana menggunakan ketiga aspek ini dengan benar, dan ketika mereka melakukan hal ini dengan benar, maka mereka akan mampu membangun hubungan pelanggan yang kuat dan pada akhirnya memastikan keuntungan perusahaan untuk jangka waktu yang panjang. Sebagai perusahaan yang akan terus bersaing di tingkat global, akan menjadi lebih penting bagi mereka untuk menggunakan teknik CRM dengan sukses.



http://www.exforsys.com/tutorials/crm/crm-introduction.html

Pengenalan CRM

Posted on

Sunday, October 14, 2012

Leave a Reply